Kenapa Kebakaran Karena Listrik Bisa Terjadi ? Ini Jawabannya

Posted on

Seolah tidak ada habisnya berita di media elektronik tentang kebakaran yang hampir terjadi tiap hari dan tidak sedikit diantaranya disebabkan oleh Listrik, pertanyaannya kenapa kebakaran karena listrik bisa terjadi ? pada artikel kali ini akan dicoba share beberapa hal yang bisa menjadikan listrik begitu berbahaya hingga menimbulkan kebakaran.

Tidak sedikit juga korban jiwa serta kerugian materi yang sebenarnya sulit untuk diukur karena kebanyakan barang berharga tentunya sudah ikut terbakar api, berikut ini terdapat beberapa data statistik kebakaran yang bisa dilihat pada gambar dibawah ini :

statistik kebakaran jakarta 2014

Sumber : data.jakarta.go.id

data kebakaran jakarta

Sumber : segitigaapi.com

Umumnya penyebab kebakaran karena listrik disebabkan karena adanya konsleting listrik yang sebenarnya hal tersebut adalah sangat kecil kemungkinannya karena terdapat MCB ( Miniature Circuit Braker ) yang akan segera memutus aliran listrik begitu terjadi konsleting / beban listrik melebihi kapasitas MCB tersebut. Untuk mengenal lebih jauh tentang MCB bisa cek artikel mengenal MCB dan arti kodenya. Idealnya MCB akan segera memutuskan arus listrik jika arus yang dilaluinya melebihi kapasitas yang ada pada MCB sehingga selama kapasitas yang digunakan sesuai dengan seharusnya maka arus listrik akan terputus dengan sendirinya.

Nah berikut ini saya rangkum beberapa yang paling sering menjadi penyebab terjadinya kebakaran dalam hal ini yang berkaitan dengan kelistrikan, yaitu :

  1. Penggunaan kabel berukuran kecil
  2. Instalasi yang tidak sesuai standar
  3. Penggunaan Stopkontak yang berlebihan

Penggunaan Kabel Berukuran Kecil

PLN sebagai penyedia layanan listrik sudah memasang standar peraturan untuk instalasi listrik dan material yang digunakan namun tidak sedikit juga instalasi listrik yang asal asalan dan mengesampingkan keamanan sehingga instalasi listrik menjadi tidak aman.

Salah satu dari banyak pelanggaran adalah menggunakan kabel yang berukuran kecil, penggunaan kabel yang kecil memang bisa menghemat biaya yang harus dikeluarkan untuk instalasi namun akibatnya akan sangat fatal karena pada saat kabel yang berukuran kecil digunakan untuk menghantarkan arus yang besar maka akan timbul panas berlebih sehingga bisa melelehkan lapisan isolator kabel yang ada dan jika kabel tersebut disekitar bahan yang mudah terbakar seperti kayu bisa menjadi sumber penyebab terjadinya kebakaran.

kabel terbakar penyebab kebakaran

Kabel terbakar

Di pasaran tentunya banyak sekali jenis kabel listrik, kabel yang berukuran kecil tentunya mempunyai daya kemampuan hantar arus yang kecil juga sehingga tidak cocok untuk digunakan pada instalasi listrik rumahan, tentunya hal ini juga adalah penyebab turunnya kualitas tegangan PLN bagi pelanggan. Berikut ini adalah tabel kemampuan hantar arus untuk kabel listrik yang bisa dijadikan acuan saat instalasi listrik

tabel kemampuan hantar arus kabel

Tabel kemampuan hantar arus kabel

Sebagai penyedia layanan energi listrik, PLN sampai saat ini hanya memasang KWh meter sebagai pengukur pemakaian energi listrik pelanggan, dan memasang MCB sebagai pembatas daya yang tersambung ke pelanggan. Oleh sebab itu diharapkan pada konsumen maupun pelaku instalasi listrik, agar dapat merancang dan memasang instalasi sesuai dengan standar dan peraturan yang berlaku. Yang juga sebagai antisipasi dini kemungkinan timbulnya kebakaran yang ditimbulkan oleh listrik. Dengan demikian kasus-kasus penyebab kebakaran karena listrik dapat lebih diminimalisir.

Instalasi yang tidak sesuai standar

Sebenarnya penggunaan kabel berukuran kecil juga adalah salah satu point instalasi yang tidak sesuai standar namun perlu diperhatikan juga kualitas instalasi adalah sangat menentukan keamanan dari instalasi listrik itu sendiri. Instalasi listrik yang asal asalan sangat tidak disarankan karena dapat merugikan pengguna, tidak hanya materil saja bahkan keselamatan keluarga anda pun jadi taruhannya.

Instalasi yang sesuai standar memang memakan biaya yang tidak sedikit namun demi keselamatan dan kenyamanan adalah lebih baik menggunakan instalasi yang baik. Lebih baik lagi jika anda sedikitnya mengetahui tentang ilmu kelistrikan tentu setidaknya tahu hal apa saja yang harus diprioritaskan mana yang diharuskan menggunakan kualitas yang lebih baik. Sebagai contoh disini saya sebutkan beberapa yang tidak sesuai diantaranya :

  1. Penggunaan material dan komponen listrik yang tidak memiliki standar SNI
  2. Penyambungan kabel/ koneksi yang tidak sesuai standar keamanan
  3. Penggunaan instalasi yang tidak memperhatikan kapasitas kerjanya, misalnya penggunaan MCB dengan kapasitas arus yang tidak sesuai
  4. Tinggi pemasangan stopkontak dan saklar
  5. Penggunaan warna kabel yang tidak sesuai PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik)

instalasi listrik tidak aman

Contoh instalasi listrik tidak aman

Penggunaan Stop Kontak Terminal Yang Berlebihan

Penggunaan stop kontak yang tidak memperhatikan keselamatan bisa jadi adalah salah satu faktor yang banyak dalam kebakaran yang disebabkan oleh listrik sebab lebih berpotensi menimbulkan konsleting dan kebakaran, kenapa sebabnya ?

Penggunaan stop kontak bercabang yang berlebihan dengan menggunakan sambungan T yang umum digunakan maupun kabel extension tentunya akan menimbulkan panas berlebih pada terminal sambungan T tersebut, apalagi jika sambungan digunakan secara berulang maka besar kemungkinan terdapat beberapa konektor yang posisinya tidak pas mantap terhubung dan bisa menimbulkan percikan listrik saat digunakan. Jika percikan tersebut dekat dengan bahan yang mudah terbakar bisa dibayangkan bukan apa yang bisa terjadi selanjutnya ?

stop kontak bertumpuk

Contoh penggunaan stop kontak yang tidak aman

Jika memang terbatasnya stopkontak yang ada dan diperlukan sambungan terminal tambahan maka gunakanlah sambungan terminal yang berkualitas baik dan bukan KW, perlu diketahui tidak sedikit juga sambungan seperti demikian yang terbuat dari bahan yang murah untuk menurunkan harga beli padahal bisa menimbulkan bahaya.

stop kontak terbakar

Contoh terminal listrik yang terbakar

Bagaimana Proses Terjadinya Api Karena Listrik ?

Pada setiap instalasi listrik baik di rumah maupun gedung perkantoran tentunya terdapat MCB ( Miniature Circuit Braker ) yang fungsinya adalah untuk membatasi arus listrik yang melalui MCB tersebut dan bekerja secara otomatis akan terputus jika memang terjadi kelebihan beban, salah satunya adalah konsleting karena secara tidak langsung konslet juga merupakan beban lebih bagi MCB. Lihat juga pada artikel mengenal MCB dan arti kodenya untuk lebih jelasnya mengenai cara kerja MCB.

Pada saat terjadi konsleting listrik tentunya akan menyebabkan arus listrik yang mengalir menjadi lebih tinggi dan jika MCB ternyata tidak memutus arus maka yang terjadi jika kabel berukuran kecil adalah kabel akan menjadi panas sampai membakar isolator kabel / pembungkusnya dan jika terkena bahan yang mudah terbakar akan menjadi penyebab kebakaran.

Tips Aman Penggunaan Listrik

Banyak sekali kemungkinan terjadinya kebakaran karena kelistrikan dan berikut ini terdapat beberapa tips yang bisa dilakukan supaya rumah kita bisa terhindar dari kebakaran karena listrik :

  • Konsultasikan dengan ahli kelistrikan perihal pekerjaan yang berhubungan dengan instalasi listrik terlebih jika anda memang tidak mengerti tentang listrik.
  • Jangan menempatkan alat listrik yang bisa menghasilkan panas dekat dengan bahan yang mudah terbakar, misalnya kompor listrik, setrika, pemanggang roti. Sebisa mungkin cabut steker jika memang sudah tidak digunakan.
  • Untuk peralatan listrik yang menggunakan daya cukup besar disarankan langsung terhubung ke stopkontak dinding, jangan sekali kali menggunakan kabel ekstensi apalagi sampai bertumpuk karena bisa menimbulkan beban lebih pada terminal listrik.
  • Hati hati dalam menggunakan peralatan listrik yang menggunakan daya besar misalnya sampai ribuan Watt, dikhawatirkan instalasi kabel tidak cukup kuat dan menimbulkan panas pada kabel instalasi listrik.
  • Pastikan penggunaan steker, stopkontak dan hubungan lainnya sudah benar benar tersambung dengan baik, koneksi yang longgar bisa menimbulkan percikan api.
  • Lakukan pengecekan visual pada instalasi listrik
  • Gunakan kabel ekstensi / terminal listrik secara wajar dan jangan sampai ditumpuk dengan sambungan T lainnya. Lebih baik lagi menggunakan ekstensi yang terdapat sekring nya.
  • Selalu waspada pada peralatan listrik jika dirasa fungsinya tidak normal misalnya MCB listrik sering trip, muncul percikan listrik pada instalasi, terdapat bau hangus, dll.

Demikian artikel kali ini semoga bermanfaat.